Sunday, 23 July 2017

Perkalian Bilangan Bulat

Perhatikan contoh perkalian bilangan bulat berikut!
1. 123 x 47 = 5.781
    Bilangan bulat positif x bilangan bulat positif = bilangan bulat positif
2. -234 x (-72) = 16.848
    Bilangan bulat positif x bilangan bulat positif = bilangan bulat positif
3. (-288) x 124 = -35.712
    Bilangan bulat negatif x bilangan bulat positif = bilangan bulat negatif
4. 36 x (-564) = -20.304
    Bilangan bulat positif x bilangan bulat negatif = bilangan bulat negatif

Ingat!
Untuk mempermudah mengingat konsep perkalian bilangan bulat, maka:
Setiap perkalian bilangan bulat yang bertanda sama akan mengahasilkan bilangan bulat bertanda positif.

Setiap perkalian bilangan bulat yang berlainan tanda akan mengahasilkan bilangan bulat bertanda negatif.

Soal
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1. -64 x 73 = ....
2. 128 x 28 = ....
3. -147 x (-39) = ....
4. -264 x 128 = ....
5. 256 x (-325) = ....
6. 280 x (154) = ....
7. -174 x 256 = ....
8. 199 x 304 =....
9. -225 x (-233) = ....
10. 295 x (-305) = ....

Sumber Belajar:
Tim Bina Matematika. (2007) Matematika Kelas 6 Sekolah Dasar. Bogor: Yudhistira

Penguranngan Bilangan Bulat

Mengurangkan dua bilangan bulat sama dengan menjumlahkan bilangan bulat pertama dengan lawan dari bilangan bulat kedua.

Langkah-langkah pengerjaannya sebagai berikut.
1. Tentukan lawan dari bilangan pengurang. Jumlahkan bilangan yang dikurangi dengan lawan dari bilangan pengurang.
2. Kerjakan operasi penjumlahannya.

Contoh:
1. 132 - (-234) = ....
    Langkah I
    Lawan dari -234 adalah 234
    Jumlahkan 132 dengan 234
    132 - (-234) = 132 + 234

    Langkah II
    Kerjakan penjumlahannya (ingat konsep penjumlahan bilangan bulat yang bertanda sama)
    132 + 234 adalah 366
    Jadi, 132 - (-234) = 366

2. -564 - (-876) = ....
    Langkah I
    Lawan dari -876 adalah 876
    Jumlahkan -564 dengan 876
    -564 - (-876) = -564 + 876
 
    Langkah II
    Kerjakan penjumlahannya (ingat konsep penjumlahan bilangan bulat yang berlainan tanda pada)
    Kurangi 876 dengan 564, hasilnya adalah 312
 
    Langkah III
    Karena bilangan terbesar bertanda positif, maka hasilnya bertanda positif
    -564 + 876 = 312
    Jadi, -564 - (-876) = 312

Soal : 
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1. 165 - (-80) = ... + ... = ....
2. 276 - 128 = ... + ... = ....
3. -346 - 147 = ... + ... = ....
4. -465 - (-561) = ... + ... = ....
5. 876 - 472 = ... + ... = ....
6. 768 - (-678) = ... + ... = ....
7. -892 - 997 = ... + ... = ....
8. -678 - (-988) = ... + ... = ....
9. 1.238 - (-268) = ... + ... = ....
10. -1768 - 1.566 = ... + ... = ....

Sumber Belajar:
Tim Bina Matematika. (2007) Matematika Kelas 6 Sekolah Dasar. Bogor: Yudhistira

Penjumlahan Bilangan Bulat

Penjumlahan bilangan bulat yang bertanda sama.
Perhatikan contoh berikut!
1. 798 + 326 = 1.124
    positif + positif = positif
2. -834 + (-786) = -1.620
    negatif + negatif = negatif

Penjumlahan bilangan bulat yang berlainan tanda.
Cara menjumlahkan bilangan bulat yang berlainan tanda adalah sebagai berikut.
1. Kurangi bilangan terbesar dengan bilangan terkecil. Abaikan tanda.
2. Beri tanda pada bilangan hasilnya sesuai dengan tanda pada bilangan terbesar.

Contoh:
1. -125 + 117 = ....
    Langkah I
    Kurangi 125 dengan 117 dengan mengabaikan tandanya, hasilnya adalah 8
 
    Langkah II
    Karena bilangan terbesar bertanda negatif, maka hasil penjumlahannya bertanda negatif.
    Jadi, -125 + 117 = -8
2. 1.897 + (-326) = ....
    Langkah I
    Kurangi 1.897 dengan 326 dengan mengabaikan tandanya, hasilnya adalah 1.571
 
    Langkah II
    Karena bilangan terbesar bertanda positif, maka hasil penjumlahannya bertanda positif.
    Jadi, 1.897 + (-326) = 1.571

Soal :
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1. 842 + 245 = ....
2. -850 + (-356) = ....
3. 782 + (-444) = ....
4. -987 + 765 = ....
5. 678 + (-1.078) = ....
6. 890 + 1.011 = ....
7. -1.340 + (-875) = ....
8. 2.456 + 563 = ....
9. 3.176 + (-786) = ....
10. 6.900 + 1.009 = ....

Sumber belajar:
Tim Bina Matematika. (2007) Matematika Kelas 6 Sekolah Dasar. Bogor: Yudhistira

Friday, 21 July 2017

Ongkek dari Dusun Blancir

      Ongkek merupakan salah satu kerajinan di Dusun Blancir. Ongkek adalah bentuk modifikasi dari tiang jemuran. Pada umumnya tiang jemuran di desa-desa berbentuk huruf T. Tiang jemuran di desa-desa kebanyakan terbuat dari kayu atau bambu yang dibentuk seperti huruf T. Tiang itu kemudian di tancapkan ke tanah dan dikat dengan rentangan tali untuk menghubungkan tiang satu dengan tiang lainnya. Tiang jemuran berbentuk T ini bersifat tetap tidak dapat dipindah. Hal itu menjadi masalah tersendiri bagi para ibu di desa jika musim hujan. Tentunya kadang merepotkan karena harus ngentasi atau memulung jemuran, padahal keburu hujan pada saat ibu-ibu sedang sibuk memasak, momong si kecil, atau aktivitas lain yang sedang nanggung tidak bisa ditinggal. Hal itu lah yang menjadi pemikiran para pengrajin di Dusun Blancir untuk memodifikasi tiang jemuran menjadi ongkek. Tujuannya sederhana untuk memudahkan ibu-ibu menjemur pakaian dan memulung pakaian jika musim hujan. 
      Pengrajin ongkek di Dusun Blancir ada beberapa orang, tetapi yang cukup dikenal sampai di beberapa desa sekitar adalah Pak Mami. Ongkek Pak Mami begitu saya menyebutnya, merupakan ongkek yang terbuat dari bambu petung. Bambu petung adalah salah satu jenis bambu besar yang bisa tumbuh hingga batangnya berdiameter sekitar 20cm. Ongkek Pak Mami dibuat dengan tinggi 160 cm dan lebar 200cm serta difinishing dengan cat minyak dengan warna biru, merah muda, hijau, atau sesuai pesanan . Ongkek dibuat dengan bentuk saling silang adegan dan saling palang dawanan. Ongkek Pak Mami dibuat dengan delapan adegan atau tiang penyangga utama ongkek, empat cendekan atau tiang penyangga, dan sembilan dawanan. Adegan, cendekan, dan palangan ongkek dirangkai sedemikan rupa, sehingga kalau dilihat dari samping seperti huruf Y dan V yang saling terhubung. Rangkaian ongkek ini dapat megar-mingkup sesuai kebutuhan. Jika digunakan ongkek dimegarke atau dilebarkan. Pada saat tidak digunakan atau ingin memindahkan ongkek cukup dimingkupke atau dimampatkan agar ringkas. 
      Adanya ongkek ternyata cukup membantu para ibu dalam aktivitas menjemur pakaian. Pada saat musim hujan pun kegiatan menjemur pakaian menjadi praktis, karena ongkek mudah dipindahkan jika sewaktu-waktu hujan. Ongkek dapat diletakkan di teras rumah untuk sekedar mengangin-anginkan pakaian kala hujan turun. Bobot ongkek pun tidak terlalu berat, berkisar 2-3 kg, sehingga ibu-ibu terbiasa memindahkan ongkek sendirian tanpa dibantu. Ongkek pun menjadi solusi utuk keluarga yang ingin memiliki tiang jemuran praktis tapi tidak memiliki uang cukup untuk membeli tiang jemuran lipat berbahan alumunium. Harga ongkek berkisar Rp 80.000-100.000. Ongkek barang sederhana memang, tapi cukup ekonomis, praktis, dan solutif. Para pembeli biasanya dapat datang langsung ke Dusun Blancir atau pesan ongkek untuk diantarkan ke rumah. 

Ongkek is one of the handicrafts in Blancir Hamlet. Ongkek is a modified form of a clothesline. In general, the clotheslines in the villages are in the shape of the letter T. The clotheslines in the villages are mostly made of wood or bamboo which are shaped like the letter T. The poles are then plugged into the ground and tied with a stretch of rope to connect one pole to another. This T-shaped clothesline is fixed and cannot be moved. This becomes a problem for the women in the village during the rainy season. Of course, sometimes it's inconvenient because you have to scavenge or collect clothes, even though it's raining when mothers are busy cooking, babysitting, or other activities that you can't afford to leave behind. That is the thought of the craftsmen in Blancir Hamlet to modify the clothesline poles into ongkek. The goal is simple to make it easier for mothers to dry clothes and collect clothes when it rains.

There are several ongkek craftsmen in Blancir Hamlet, but the one who is well known to several surrounding villages is Pak Mami. Ongkek Pak Mami as I call it, is an ongkek made of petung bamboo. Petung bamboo is a type of large bamboo that can grow up to a stem of about 20cm in diameter. Ongkek Pak Mami is made with a height of 160 cm and a width of 200 cm and finished with oil paint in blue, pink, green, or to order. Ongkek is made in the form of criss-cross scenes and crosses each other. Ongkek Pak Mami is made with eight scenes or main pillars of the ongkek, four cendekan or pillars, and nine dawanan. The scene, the cendekan, and the ongkek bars are arranged in such a way that when viewed from the side it looks like the letters Y and V are connected to each other. This ongkek series can expand as needed. If used ongkek dimegarke or widen. When not in use or when you want to move it, it is enough to put it in a cup or squeeze it to make it compact.

The existence of ongkek is quite helpful for mothers in drying clothes. Even during the rainy season, drying clothes becomes practical, because the ongkek is easy to move if it rains at any time. Ongkek can be placed on the terrace of the house to just aerate clothes when it rains. The weight of the ongkek is not too heavy, around 2-3 kg, so mothers are accustomed to moving the ongkek alone without assistance. Ongkek is also a solution for families who want to have a practical clothesline but don't have enough money to buy a folding clothesline made of aluminum. Ongkek prices range from IDR 80,000-100,000. Ongkek goods are simple indeed, but quite economical, practical, and a solution. Buyers can usually come directly to Dusun Blancir or order ongkek to be delivered to their homes.

Thursday, 20 July 2017

Rigen dari Dusun Blancir

      Rigen merupakan salah satu hasil kerajinan dari Dusun Blancir yang terletak di Desa Pesidi, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Rigen adalah anyaman berbahan dasar bambu yang terdiri atas iratan, gambangan, pegesan, dan gapit. Rigen dibuat dengan tangan atau handmade. Rigen berbentuk persegi panjang. Cara pembuatan rigen dimulai dengan pemotongan bambu, dilanjutan pengiratan, penjemuran iratan, pembuatan gambangan, membuat wiwitan, penganyaman iratan, pembuatan gapit, pembuatan pegesan, dan diakhiri dengan proses nggapiti. Waktu yang diperlukan untuk membuat rigen kira-kira 2 buah rigen perhari. Rigen biasa digunakan untuk alas menjemur tembakau, ceriping, rengginan, krecek, krupuk, puyur, dan slondok. Ukuran rigen ada rigen cilik, sedengan, dan gede. Harga rigen dari pengrajin langsung berkisar antara Rp 15.000 s.d. Rp 20.000.
      Di Dusun Blancir dikenal adanya musim rigen. Musim rigen adalah musim di mana di dusun ini akan dijumpai kesibukan yang luar biasa dari pagi hingga tengah malam untuk membuat rigen. Pada musim rigen anak-anak hingga orang tua, pria maupun wanita ikut terlihat sibuk baik sebagai pembuat utama rigen maupun sekadar membantu. Musim rigen di dusun Blancir merupakan rutinitas hampir setiap tahun pada musim kemarau. Pada musim kemarau sekitar bulan April-Agustus pesanan rigen dari luar daerah seperti Kabupaten Temanggung akan banyak. Hampir setiap hari akan terlihat ada truk masuk maupun keluar dusun untuk mengantar bahan bambu atau mengantarkan pesanan yang sudah jadi. Rigen dibuat oleh hampir 70 persen penduduk dusun. Menariknya pada malam hari dusun akan tetap terlihat ramai dan terang baik di dalam rumah maupun di halaman rumah. Biasanya penduduk memasang beberapa lampu neon panjang di halaman rumah untuk membuat rigen bersama-sama tetangga atau teman. Sebagai hiburan penduduk juga menyiapkan tape atau radio untuk rengeng-rengeng. Pada musim rigen dusun akan terlihat sepi menjelang pukul dua dini hari.

Pengertian Paragraf

Paragraf adalah serangkaian kalimat yang disusun secara sistematis, logis, dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan bahasan. Dalam sebuah karangan setiap awal paragraf ditulis 6 spasi menjorok ke dalam. Paragraf disebut juga alinea. Setiap paragraf memiliki hanya satu ide pokok. Letak ide pokok terdapat dalam kalimat utama. Dalam paragraf terdapat kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Kalimat utama menjadi pijakan berpikir dalam memahami ide pokok yang disampaikan dalam paragraf. Kalimat penjelas dalam paragraf berfungsi merinci atau menjabarkan secara lebih dalam dan luas apa isi dalam kalimat utama. Selain merinci dan menjabarkan, kalimat penjelas dapat juga berupa contoh-contoh yang mendukung isi dalam kalimat utama.

Berikut ini contoh paragraf sederhana.

      Dusun Blancir dikenal sebagai dusun pertanian, pertukangan, dan kerajinan. Hampir tujuh puluh persen penduduk di dusun ini bermata pencaharian sebagai petani sekaligus tukang, dan pengrajin. Tiga puluh persennya bermata pencaharian sebagai guru, pamong praja, karyawan toko, dan pedagang. Para penduduk utamanya bertani jagung, ketela, dan padi. Di sela-sela bertani, para penduduk juga mahir menjadi tukang bangunan atau kayu. Barang-barang kerajinan juga dihasilkan oleh para penduduk, seperti rigen, irus, centhong, tas anyaman plastik, keranjang, kepang, dan tikar mendong. Uniknya dari dusun ini adalah para pengrajinnya tidak hanya didominasi oleh kaum adam, tetapi kaum hawa pun ikut andil besar menjadi pengrajin. Bahkan anak-anak seusia sekolah dasar sudah dapat ikut membantu proses pembuatan barang kerajinan meski hanya sederhana semacam membuat anyaman tali untuk kerajinan anyaman tas. Setiap satu utas anyaman tali yang dibuat biasanya dihargai Rp 100. 

Thursday, 27 April 2017

Katentreman Urip

Bismillahirohmanirrohim. 
Kanthi nyebut asamanipun Allah kang maha welas lan maha asih.

"Urip iku ora mayar,"kandhane Pak Budi duk nalika semana mulang bacah-bocah ana ing sekolah menengeh tingkat pertama. Yen di onceki ukara mau pancen yo ngemu teges kang ora sithik. Apa maneh ing jaman modern iki bisa kasebut, hidup itu kompleks. Akeh panggredone, mulo kudu urip kanthi ngati-ati lan waspada. Urip ora cukup mung pinter, sugih, duwe pangkat, ayu, utawo bagus. Ananging sejatine urip iku mbutuhake katentreman lair uga batin. Kantentreman lair uga batin tumrape wong Islam iku yen bisa cedak karo sing kuasa, yo Allah pengeran kang hak wajib den sembah. 

Wong tentrem iku yen lakune tansah bener manut syariat agama. Akhlake becik lan mulyo marang sapada-pada. Pasrawungane apik kanthi tuntunan agama, marang kanca uga tangga. Keluargane rukun pada nyengkuyung laku utama. Atine resik lan tansah eling kanthi dzikrullah. Mula pancen bejo tenan wong kang uripe tansah dirahmati dening Allah kang mengerani wong ngalam kabeh. Insyaallah mboten namung bejo dunya ananging uga mbesuk wonten akhirate. Muga-muga kula lan panjenengan mlebet golonganipun wong Islam ingkang tansah dipun rahmati dening Allah pengeran kang maha welas lan maha asih. Amin.

Alhamdulillahirobbilalamin.

Featured post

Pengertian Rubrik

Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI : Rubrik adalah kepala karangan (ruang tetap) dalam media cetak baik surat kabar maup...