Sunday, 12 September 2021

Museum, Tembung Garba lan Tembung Entar, Ukara Baku lan Gagasan Baku

 

A.   Museum

Sapa sing wis tau menyang museum? Prasasat meh kabeh bocah klas 6 wis padha menyang museum. Yen durung tau menyang museum, kapan wektu lodang bisa ngajak bapak lan ibune menyang museum. Museum yaiku papan sing nyimpen barang-barang bersejarah. Dolan menyang museum bisa nambah kawruh. Museum sing ana Yogyakarta akeh banget.

Tuladha :

1.    Museum Sonobudoyo

2.    Museum Affandi

3.    Museum Monumen Yogya Kembali

4.    Museum Gunung Merapi

5.    Museum Benteng Vredeburg

6.    Museum TNI AU Dirgantara Mandala

7.    Museum Dewantara Kirti Griya

8.    Museum Gembira Loka

B.   Tembung Garba lan Tembung Entar

Tembung garba yaiku tembung kang duweni teges asli, dene tembung entar yaiku tembung kang duweni teges kias utawa konotatif.

Tuladha:

1.    Tembung garba

Nunik nandur kembang ing kebon

Kembang = sekar

2.    Tembung Entar

Dwi Lestari dadi kembang desa ing Desa Tawang.

Kembang desa = pepujaning priya

C.   Ukara Pitakon

Ukara pitakon racake migunakake tembung pitakon: apa, sapa, kapan, pira, kepiye, ing ngendi, lan genea.

Tuladha :

1.    Apa kowe wis sinau basa Jawa kanggo PTS?

2.    Sapa sing wingi melu plesir ing Prangtritis?

3.    Kapan jadwale PTS basa Jawa?

4.    Pira regane buku paket basa Jawa?

5.    Kepiye carane nembang Mijil?

6.    Ing ngendi lomba nembang Mijil dianakake?

7.    Genea kowe bisa dadi juwara klas?

D.   Ukara Baku lan Ide/Gagasan Baku

Ukara baku ana ing saben alinea/paragraf, mapane ana ing ngarep utawa mburi alinea. Ing saben ukara baku ana ide/gagasan baku.

Tuladha :

Satria bocah seneng maca buku. Ing sekolah dheweke sregep maca buku pelajaran. Wayah umbar digunakake kanggo menyang perpustakaan saperlu maca buku crita. Ing ngomah uga melu maca korane bapake. Ora lali Satria nyatet apa sing penting ana buku kang diwaca.

Ukara bakune                  : Satria bocah seneng maca buku.

Ide/gagasan Baku           : seneng maca buku

 

Gladhen

Semaken wacan iki!

Museum Yogya Kembali

Sumber gambar: http://www.slemankab.go.id/

Dina Kemis klase Amelia lan kana-kancane ing klas 6 SD Nusantara melu wulangan ing njaba kelas menyang Museum Yogya Kembali. Saka sekolah rombangan numpak bis watara 15 menit perjalanan. Monumen Yogya kembali dumunung ing Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Monumen Yogya Kembali pinangka tetenger sejarah mundure serdadu Walanda saka Ngayogyakarta, yaiku tanggal 21 Juni 1949. Monumen dibangun awit prakarsane Kolonel Sugiyarto, Wali Kota Ngayogyakarta wektu kuwi. Peresmian monumen lan tandha tangan prasasti tanggal 6 Juli 1989 dening Presiden Soeharto.

Tekan museum para siswa banjur didumi tiket. Kanthi antre, tiket banjur diaturake marang petugas jaga ana ing gerbang mlebu.  Sawise ana ing plataran ngarep museum, Pak Guru dhawuh supaya para siswa ora pisah, njaga katertiban, lan nindhakake tugas ngamati koleksi ana ing Museum Yogya Kembali. Asile ngamati banjur dicatet ing lembar tugas sing wis diparingake.

Para siswa banjur nindhakake dhawuh Pak Guru. Para siswa ngamati koleksi ana ing museum. Koleksine werna-werna, kayata : senjata jaman biyen, sragam tentara, photo perjuangan, evokatif dapur umum jaman perang, lan sapiturute. Sinambi ngamati koleksi, para siswa nyatet apa sing penting saka asil anggone ngamati. Sawise kemput anggone padha maspadakke isine museum, banjur bali ing sekolah. Tekan sekolah asil catetan banjur disusun gawe palaporan.

 

Garapen manut asile nyemak!

1.    Apa irah-irahan wacan kasebut? ............................................................................

2.    Kapan monument diresmikake? ............................................................................

3.    Apa tujuwan dibangun Monumen Yogya Kembali? .............................................

4.    Sapa sing mrakarsani pembangunan Monumen Yogya Kembali? ........................

5.    Kepiye dhawuhe Pak Guru marang para siswa? ...................................................

Thursday, 9 September 2021

Kegiatan Belajar Mengajar dengan Google Meet (2)

Jumat, 10 September 2021 


Sesuai dengan filosofis peikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa Budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor).

Hal yang perlu dilakukan agar proses pembelajaran mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah mengembangkan pembelajaran yang menghargai dan dapat memfasilitasi penanaman budi pekerti yang baik, menumbuhkan semangat eksplorasi, kreasi, dan kolaborasi agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran. 

Dalam kegiatan pembelajaran pada hari Jumat, 10 September 2021 guru dan siswa merefleksikan apa kegiatan di rumah yang telah dilakukan yang mencerminkan budi pekerti yang baik. Beberapa kegiatan yang siswa lakukan di ruamah adalah 

Fadhil menyapu dan momong adik

Gadis mencuci piring dan menyapu

Amel menyapu kamar

Erlina mencuci baju

Alip merapikan tempat tidur


Kegiatan membantu orangtua untuk sangat bermanfaat untuk meningkatkan budi pekerti dan kemandirian pada diri siswa.

Dalam kegiatan pembelajaran juga sudah terlihat kepercayaan diri siswa. Siswa berani menawarkan diri untuk membacakan materi dan pembahasan soal. Beberapa siswa tersebut yaitu  Amelia dan Adit.

Kegiatan memupuk rasa nasionalisme dilakukan dengan mendengarkan bersama-sama lagu nasional berkibarlah benderaku. Dalam kegiatan ini siswa-siswa secara spontan ikut bernyanyi. 

Kegiatan memupuk karakter religiusitas dilakukan dengan berdoa sebelum dan sesudah belajar. 





Tuesday, 7 September 2021

Kegiatan Belajar Mengajar dengan Google Meet

 Rabu, 08 September 2021

Hari ini siswa belajar bersama melalui media Google Meet. Adapun tujuan pembelajarannya adalah siswa dapat melengkapi teks dengan kata/istilah/ungkapan/peribahasa dengan benar. Pembelajaran dimulai pukul 08.00 s.d. 10.00 WIB. Pembelajaran dilakukan melalui daring/dalam jaringan. Petunjuk pembelajaran disampaikan melalu grub Whatshap. Siswa kemudian mengakses link google meet untuk pertemuan virtual atau tatap maya.

Gambar 1: Kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya

Setelah berdoa memulai pembelajaran, siswa dan guru mendengarkan lagu Indonesia raya dengan sikap duduk siap. Kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya meski secara daring bertujuan untuk tetap mumupuk rasa nasionalime dalam diri peserta didik. Nasionalisme merupakan salah satu dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter diberikan untuk dapat  mewujudkan profil pelajar Pancasila 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5) Bernalar kritis; 6) Kreatif. 

Gambar 2. Kegiatan pembahasan besama materi Bahasa Indonesia 9

Dalam kegiatan pembahasan materi bersama, anak-anak sudah mulai terlihat aktif. Ada beberapa anak yang berani untuk membaca tanpa disuruh, salah satunya adalah Mas Alfath. Dalam beberapa kali kesempatan membaca, Mas Alfath menawarkan diri untuk membaca dalam kegiatan pembahasan. Hal itu tentunya positif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak. Anak membaca dengan lancar dan dapat memahami isi bacaan. 

Gambar 3. Kegiatan pemberian motivasi dan arahan dalam pembelajaran oleh Bapak Kepala Sekolah

Beberapa poin penting dalam pemberian motivasi belajar oleh Bapak Kepala Sekolah adalah untuk senantiasa menjaga kesehatan dan mensyukuri kesehatan yang telah diberikan oleh Allah S.W.T. Kesehatan merupakan anugerah, dengan kesehatan kita bisa melaksanakan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak juga hendaknya lebih rajin belajar karena sudah akan melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) semester ganjil.

Gambar 4. Materi Belajar Bahasa Indonesia 9 yang dapat diunduh di google classroom kelas VI

Materi belajar Bahasa Indonesia 9 berisi tentang materi melengkapi teks dengan kata/istilah/ungkapan/peribahasa yang tepat. Ada materi dan contoh soal yang dapat dipelajari agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran, yaitu siswa dapat melengkapi teks dengan kata/istilah/ungkapan/peribahasa dengan benar.







Gambar 5. Contoh hasil pengerjaan tugas oleh siswa












Kolaborasi Nilai dan Peran Guru Penggerak 1.2. (2) Presentasi Kelompok

 Selasa, 07 September 2021

Gambar 1. Persiapan presentasi







Sunday, 5 September 2021

Kegiatan Kolaborasi Nilai dan Peran Guru Penggerak

 Senin, 06 September 2021


Nilai guru penggerak: Mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, berpihak murid
Peran guru penggerak: Menjadi pemimpin pembelajaran, Menggerak komunitas praktisi, Menjadi coach bagi guru lain, Mendorong kolaborasi antar guru,Mewujudkan kepemimpinan pada murid


Guru penggerak memiliki nilai dan peran. Nilai guru penggerak adalah mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid. Peran guru penggerak adalah sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain di sekolah maupun luar sekolah, mendorong kolaborasi antar guru, Nilai dan peran guru penggerak tersebut diharapkan dapat mewujudkan mewujudkan profil pelajar Pancasila 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5) Bernalar kritis; 6) Kreatif. 





Friday, 3 September 2021

Kegiatan Lokakarya Pertama CGP

 Lokakarya pertama guru penggerak diadakan di Hotel Atrium, Sleman pada tanggal 4 September 2021.

Gambar 1: Kegiatan lokakarya ke-1 CGP Kabupaten Sleman sesi perkenalan
Bu Ana, Bu Wahyu, Bu Anggri, Bu Maya, Bu Is, Pak Sigit, Pak Wahyu, Bu Wahyu, Pak Edy, Bu Karyati, Bu Evi, Pak Maemun, Pak Wiwit, Bu Endah, Bu Lia, Bu Titin

Gambar 2: Pembuatan kesepakatan bersama

Dalam kegiatan lokakarya CGP bersama-sama mengidentifikasi kompetensi yang perlu dimiliki oleh Guru Penggerak. Mengidentifikasi kompetensi apa saja yang sudah dimiliki oleh CGP. CGP berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi kompetensi-kompetensi yang perlu dimiliki oleh Guru Penggerak, alasan, dan perilaku guru yang menunjukkan kompetensi tersebut. CGP refleksi posisi diri terahadap kompetensi yang sudah dimiliki dan merencanakan tindak lanjut. Dalam kegiatan lokakarya kesatu mendapat kunjungan Dr. Kasiman dari Direktorat PPPGTK.

Gambar 3. Peserta CGP Kelompok 74 E1

Refleksi Hasil Belajar dan Penugasan

Kompetensi apa yang sudah baik? Jelaskan!
Kompetensi apa yang perlu ditingkatkan?Jelaskan alasannya!
Setelah anda mengetahui umpan balik, apakah ada perubahan untuk rencana Anda? Apa saja yang berubah?

Merancang Pembelajaran Menggunakan Google Classroom (1)


Gambar 1: Kegiatan guru merancang pembelajaran menggunakan google classroom


Gambar 2: Kegiatan guru menyiapkan materi yang diunggah di googleclassroom


Gambar 3: Kegiatan guru menyiapkan agenda tatap maya dengan google meet





 

Featured post

Pengertian Rubrik

Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI : Rubrik adalah kepala karangan (ruang tetap) dalam media cetak baik surat kabar maup...