Monday, 31 July 2017

Menaksir Hasil Pengerjaan Hitung Dua Bilangan

1. Menaksir hasil penjumlahan dan pengurangan
      Menaksir hasil penjumlahan dan pengurangan dua bilangan berarti memperkirakan hasil penjumlahan atau pengurangan dari kedua bilangan tersebut. Caranya dengan membulatkan kedua bilangan kemudian hasil pembulatan tersebut dijumlahkan atau dikurangkan.

a. Taksiran ke puluhan terdekat
Contoh:
53 dibulatkan menjadi 50
55 dibulatkan menjadi 60
59 dibulatkan menjadi 60

Tentukan taksiran ke puluhan terdekat 45 + 72
jawab:
45 dibulatkan menjadi 50
72 dibulatkan menjadi 70
50 + 70 = 120
Jadi, 45 + 72  120 (tanda  dibaca kira-kira)

Latihan:
Taksirlah hasil penjumlahan dan pengurangan berikut ke puluhan terdekat!
1.   46 + 83
2.   59 + 123
3.   327 + 142
4.   79 - 32
5.   258 - 117
6.   267 - 128
7.   289 - 98
8.   345 - 135
9.   378 - 176
10. 491 - 289

b. Taksiran ke ratusan terdekat
Contoh:
345 dibulatkan menjadi 300
350 dibulatkan menjadi 400
367 dibulatkan menjadi 400

Tentukan taksiran ke ratusan terdekat 369 - 123
Jawab:
369 dibulatkan menjadi 400
123 dibulatkan menjadi 100
400 - 100 = 300
Jadi, 369 -123  300

Latihan:
1.   169 + 205
2.   527 + 375
3.   384 + 178
4.   508 - 199
5.   711 - 199
6.   367 - 128
7.   389 - 98
8.   445 - 135
9.   478 - 176
10. 591 - 289

Sumber belajar:
Y.D. Sumanto, dkk. (2008). Gemar Matematika 5 untuk Kelas V SD/MI. Jakarta: BSE Pusat Perbukuan

Sunday, 30 July 2017

50 Hari Soal Pemantapan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas VI SD/MI (ke-2)

Materi :
      Ide pokok terdapat dalam sebuah paragraf. Ide pokok adalah topik utama, inti pembicaraan, gagasan utama suatu paragraf. Paragraf yang baik hanya mengandung satu ide pokok. Ide pokok tersebut dikembangkan ke dalam kalimat-kalimat membentuk paragraf yang utuh. Pada umumnya ide pokok dapat kita temukan dalam kalimat utama dari paragraf. Ide pokok secara sederhana dapat dikatakan sebagai ringkasan kalimat utama.
Contoh :
      Melatih kemandirian anak dapat dilakukan sedini mungkin dari pembiasan yang sederhana. Kemandirian dapat dilatihkan kepada anak sejak dini melalui pembiasaan yang baik di rumah. Membiasakan merapikan tempat tidur, membereskan meja makan, mempersiapkan buku sesuai jadwal, dan seragam sekolah sendiri adalah contoh sederhana. Pembiasaan yang baik tersebut dilakukan secara rutin agar dapat membentuk karakter mandiri pada anak. 

Ide pokok paragraf di atas melatih kemandirian anak.

Latihan 2:
1.          Hewan dikelompokkan berdasarkan jenis makanannya. Hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan disebut herbivora. Hewan yang memakan hewan lain disebut karnivora.  Sedangkan kelompok hewan yang memakan tumbuhan dan hewan lain disebut omnivora.

Ide pokok paragraf tersebut adalah ..............................................................................
....................................................................................................................................
2.               Apel dapat diolah menjadi aneka produk yang bernilai jual. Apel dimasak hingga lumat menjadi saus apel. Apel difermentasi menjadi cuka apel. Selain itu, apel juga dapat dibuat jus apel.

Ide pokok paragraf tersebut adalah ....
..........................................................................
....................................................................................................................................
3.               Lumba-lumba perlu penyelamatan karena terancam punah keberadaannya. Binatang tersebut terancam punah akibar perburuan liar. Maka penyelamatan harus segara dilakukan. Penyelamatan dapat dilakukan dengan memberi sanksi yang berat kepada pelaku perburuan liar agar jera.

Ide pokok paragraf tersebut adalah..........................................................................
....................................................................................................................................
4.              Air mempunyai beberapa sifat. Air  menekan ke segala arah. Air juga dapat melarutkan zat tertentu, seperti gula dan garam. Selain itu air akan membeku jika didinginkan dan menguap jika dipanaskan.

Ide pokok paragraf tersebut adalah ..........................................................................
....................................................................................................................................
5.              Kebiasaan memotong dan mencuci sayuran dapat mengurangi kandungan vitamin. Cara mengolah sayuran segar terlalu lama  berakibat nilai gizi makanan tersebut berkurang. Bahkan, memasak sayuran dengan suhu terlalu panas bisa mengurangi nutrisi yang tersimpan. Oleh karena, kita berhati-hati dalam mengolah makanan agar bermanfaat bagi tubuh.

Ide pokok paragraf tersebut adalah ..........................................................................
....................................................................................................................................


Sumber belajar:

Soal latihan ujian sekolah 2016 Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pengubahan

50 Hari Soal Pemantapan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas VI SD/MI (ke-1)

Materi :
Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok. Pada umumnya kalimat utama terdapat di awal paragraf atau di akhir paragraf.

Contoh :
      Melatih kemandirian anak dapat dilakukan sedini mungkin dari pembiasan yang sederhana. Kemandirian dapat dilatihkan kepada anak sejak dini melalui pembiasaan yang baik di rumah. Membiasakan merapikan tempat tidur, membereskan meja makan, mempersiapkan buku sesuai jadwal, dan seragam sekolah sendiri adalah contoh sederhana. Pembiasaan yang baik tersebut dilakukan secara rutin agar dapat membentuk karakter mandiri pada anak.

Kalimat utama paragraf di atas adalah ....
Dalam paragraf di atas kalimat utama ada di awal, yaitu Melatih kemandirian anak dapat dilakukan sedini mungkin dari pembiasaan yang sederhana.

Latihan 1:
1.          Kupu-kupu memperoleh makanan dengan cara menghisap. Ia menggunakan alat penghisap yang disebut probosis. Probosis berbentuk seperti jarum panjang. Hal ini memudahkan menghisap nektar yang berada di bagian dasar bunga.

Kalimat utama paragraf tersebut adalah ..........................................................................
....................................................................................................................................
2.          Batang pohon kelapa sering dimanfaatkan sebagai bahan baku perabotan rumah tangga. Daun pohon kelapa dapat digunakan sebagai anyaman hias, sedangkan lidinya untuk membuat sapu. Bunga pohon kelapa  dapat dijadikan bahan baku pembuatan gula nira. Memang, pohon kelapa memiliki banyak manfaat bagi manusia.

Kalimat utama paragraf tersebut adalah ..........................................................................
....................................................................................................................................
3.          Laut menyimpan beribu kekayaan yang bermanfaat bagi kehidupan. Ikannya dapat untuk lauk yang lezat dan bergizi. Rumput lautnya dapat dibuat agar-agar. Sedangkan minyak buminya menjadi sumber energi yang sangat dibutuhkan manusia.

Kalimat utama paragraf tersebut adalah ..........................................................................
....................................................................................................................................
4.          Sampah kantong plastik menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan tanah. Sampah kantong plastik yang dibuang sembarangan menyebabkan tanah menjadi rusak. Tanah yang tercampur kantong  plastik dapat mengurangi kesuburan tanah. Sehingga, tanah menjadi tandus dan menyebabkan tumbuhan tidak hidup subur.

Kalimat utama paragraf tersebut adalah ..........................................................................
....................................................................................................................................
5.          Kegiatan menjaga kesehatan dilakukan dengan olahraga ringan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan selama 30 menit setiap hari. Kita bisa berlari mengelilingi pekarangan rumah. Rutinitas kegiatan ini akan meningkatkan kebugaran kita.

Kalimat utama paragraf tersebut adalah ..........................................................................
....................................................................................................................................


Sumber belajar:
Soal latihan ujian sekolah 2016 Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pengubahan

Friday, 28 July 2017

100 Hari Soal Pemantapan Ujian SD/MI Ke-5

(Konsep Pengurangan Bilangan Bulat)

Contoh:
1.  -235 - 43 = ....
Jawab:
Lawan dari bilangan 43 adalah -43
-235 + (-43) = -278 (ingat konsep penjumlahan bilangan bulat)
Jadi, -235 - 43 = -278

2.  -312 - 52 = ....
Jawab:
Lawan dari bilangan 52 adalah -52
-312 + (-52) = -364 (ingat konsep penjumlahan bilangan bulat)
Jadi, -312 - 52 = -364

Latihan 5
Kerjakan soal berikut dengan benar dalam waktu maksimal 60 menit!
1.  -120 - 20 = ....
2.  -210 - 31 = ....
3.  -231 - 42 = ....
4.  -243 - 52 = ....
5.  -251 - 57 = ....
6.  -273 - 69 = ....
7.  -286 - 76 = ....
8.  -297 - 82 = ....
9.  -321 - 90 = ....
10.  -324 - 100 = ....
11.   -347 - 123 = ....
12.  -356 - 213 = ....
13.  -432 - 324 = ....
14.  -458 - 432 = ....
15.  -549 - 543 = ....

Thursday, 27 July 2017

100 Hari Soal Pemantapan Ujian SD/MI (ke-4)

(Konsep Pengurangan Bilangan Bulat)

Contoh :
1. -410 - (-23) = ....
Jawab:
Lawan dari bilangan -23 adalah 23
-410 + 23 = .... (ingat konsep penjumlahan bilangan bulat)
410 - 23 = 387   (kurangkan bilangan terbesar dengan bilangan terkecil)
beri tanda -377  (mengikuti tanda pada bilangan terbesar yaitu negatif)
Jadi, -410 - (-23) = -377

2. -480 - (-10) = ....
Jawab:
Lawan dari bilangan -10 adalah 10
-480 + 10 = .... (ingat konsep penjumlahan bilangan bulat)
480 - 10 = 470   (kurangkan bilangan terbesar dengan bilangan terkecil)
beri tanda -470  (mengikuti tanda pada bilangan terbesar yaitu negatif)
Jadi, -480 - (-10) = -470

Latihan 4.
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1. -256 - (-70) = ....
2. -342 - (-80) = ....
3. -398 - (-90) = ....
4. -421 - (-109) = ....
5. -487 - (-239) = ....
6. -588 - (-345) = ....
7. -673 - (-410) = ....
8. -794 -(-429) = ....
9. -884 - (-531) = ....
10. -936 - (-587) = ....
11. -1.052 - (-652) = ....
12. -1.238 - (-784) = ....
13. -1329 - (-894) = ....
14. -1423 - (-976) = ....
15. -1542 - (-1.020) = ....

100 Hari Soal Pemantapan Ujian SD/MI (ke-3)

(Konsep Pengurangan Bilangan Bulat)

Contoh :
1. 400 - (-23) = ....
Jawab:
Lawan dari bilangan -23 adalah 23
400 + 23 = 423
Jadi, 400 - (-23) =423

2. 420 - (-13) = ....
Jawab:
Lawan dari bilangan -13 adalah 13
420 + 13 = 433
Jadi, 420 - (-13) = 433

Latihan 3.
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar dalam waktu 60 menit!
1. 501 - (-27) = ....
2. 524 - (-47) = ....
3. 546 - (-58) = ....
4. 578 - (-69) = ....
5. 591 - (-23) = ....
6. 653 - (-45) = ....
7. 692 - (-52) = ....
8. 711 - (-99) = ....
9. 752 - (-101) = ....
10. 783 - (-131) = ....
11. 796 - (-143) = ....
12. 799 - (-219) = ....
13. 862 - (-285) = ....
14. 893 - (-349) = ....
15. 997 - (-452) = ....


Strategi Literasi di Sekolah Dasar

      Tantangan yang saat ini dihadapi di Indonesia adalah rendahnya minat baca. Selain ketersediaan buku di seluruh Indonesia belum memadai, pemerintah juga menghadapi rendahnya motivasi membaca di kalangan peserta didik. Hal itu tentunya memprihatinkan karena di era teknologi informasi, peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan membaca dalam pengertian memahami teks secara analitis, kritis, dan reflektif. Untuk menjawab tantangan tersebut digalakkanlah gerakan literasi sekolah (GLS). Gerakan literasi bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat. 
      Idealnya kegiatan literasi berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis, berkomunikasi dalam masyarakat, praktik dan hubungan sosial yang berkaitan dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya (UNESCO dalam Pangesti Wiedarti, dkk. 2016). Akan tetapi ada kendala bahwa banyak sekolah yang belum memiliki buku-buku bacaan yang memadai, sehingga perlu strategi agar dapat mengimplementasikan GLS secara optimal. Beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh sekolah adalah sebagai berikut.
1. Penentuan buku wajib baca 
      Buku yang wajib dibaca tidak haruslah banyak dari segi kuantitas, tetapi buku yang disediakan harus berkualitas. Buku yang disediakan haruslah yang mengandung nilai-nilai keagamaan, akhlak, contoh-contoh tindakan baik yang menginspirasi siswa agar memiliki budi pekerti dan karakter bangsa. Buku-buku dapat berupa buku agama, buku cerita lokal, dongeng lokal yang sangat kaya di Indonesia, sejarah lokal, sejarah nasional yang menggambarkan ketokohan, cerita capaian individual manusia Indonesia yang mampu menginspirasi, seperti biografi tokoh lokal atau nasional, bahkan tokoh internasional. Ada banyak buku biografi tokoh Indonesia yang dikemas dalam bentuk novel menarik, seperti Novel Penakluk Badai. Novel Penakluk Badai berkisah tentang Hadratus Syeikh Hasyim Asyari pendiri Nahdhatul Ulama. Guna menumbuhkan semangat cinta Tanah Air bisa disiapkan pula buku bacaan tentang sejarah bahasa Indonesia, sejarah bendera Merah Putih, sejarah lagu kebangsaan "Indonesia Raya", sejarah perumusan dasar negara.
2. Penentuan buku berdasarkan kelas 
       Penentuan buku wajib baca juga seyogianya selaras dengan tingkat kelas. Tentunya buku wajib baca untuk kelas I berbeda dengan buku wajib baca untuk kelas II, III, IV, V, maupun VI, begitupun sebaliknya.
3. Pembuatan pojok baca kelas yang reperesentatif
      Ketersediaan pojok baca di masing-masing kelas juga sangat berguna mendukung gerakan literasi. Pojok kelas secara sederhana namun represntatif dapat diwujudkan dengan menyediakan rak buku dengan tinggi sekitar 120 cm dan lebar 200cm. Rak buku yang tidak terlalu tinggi dibuat agar anak dapat menjangkau dengan mudah ketika ingin memilih dan mengambil buku.
4. Menentukan idikator pencapaian gerakan literasi
      Indikator penting untuk mengukur seberapa kemampuan literasi siswa. Indikator meliputi indikator reseptif dan produktif. Indikator reseptif dapat berupa peserta didik dapat membaca nyaring, membaca memindai, membaca dalam hati bahan bacaan. Indikator produktif secara sederhana dapat berupa peserta didik dapat melaporkan secara lisan atau tertulis tentang hasil membaca yang dapat berupa memodifikasi bahan bacaan dalam bentuk menceritakan kembali, meringkas, mengonversi teks bacaan menjadi jenis teks lainnya, menemukan pesan teks bahan bacaan, diskusi tentang  tokoh, dan lain sebagainya.
5. Membuat perlombaan  
      Untuk menggairahkan kegiatan literasi sekolah, bisa melalui lomba antar kelas. Lomba tersebut dapat berupa lomba majalah dinding yang memuat teks ciptaan siswa dari hasil membaca, lomba bercerita ulang hasil membaca, deskripsi karakter tokoh.

Salam Literasi

Sumber bacaan:
Pangesti Wiedarti, dkk. (2016) Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
http://www.republika.co.id/berita/koran/opini-koran/15/08/01/nse8zw1-literasi-sekolah diakses
      pada tanggal 28 Juli 2017 pukul 08.13 WIB
http://www.komunikasipraktis.com/2017/04/pengertian-literasi-secara-bahasa-istilah.html diakses
      pada tanggal 28 Juli 2017 pukul 07.15 WIB

Featured post

Pengertian Rubrik

Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI : Rubrik adalah kepala karangan (ruang tetap) dalam media cetak baik surat kabar maup...