Wednesday, 20 October 2021

Proses Menghasilkan Listrik dan Reklame

  PEMBELAJARAN 

TEMA 4. GLOBALISASI 

SUBTEMA 1. GLOBALISASI DI SEKITARKU


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Selamat pagi, dan salam sejahtera untuk kita semua.

Bagaimana kabar anak-anak? Apakah anak-anak sehat?

Semoga kita semua sehat walafiat, amin.

Apakah anak anak sudah siap belajar?


Tujuan belajar kita hari ini adalah:

  1. Menyebutkan cara menghasilkan listrik
  2. Menyebutkan cara menyalurkan listrik
  3. Memyebutkan cara menghemat energi listrik
  4. Menyebutkan pengertian reklame
  5. Menyebutkan jenis-jenis reklame
  6. Membuat reklame


LEMBAR KERJA SISWA

Untuk selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut!

1. Klik link video berikut!


2. Pelajari reklame berikut!

Reklame digunakan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan dan menawarkan produk. Reklame dibuat menarik sehingga pembaca ingin mengikuti anjuran atau membeli barang yang ditawarkan. Ada berbagai jenis reklame di antaranya poster, iklan, plakat, spanduk, selebaran, baliho, buklet, dan lain-lain.

Reklame ada yang bersifat komersial dan nonkomersial. Komersial digunakan oleh pedagang untuk menawarkan barang atau produknya. Sedangkan nonkomersial digunakan untuk mengajak masyarakat untuk melakukan suatu hal, misalkan hidup bersih, hemat energi listrik, dan lain-lain.

Reklame haruslah menarik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mebuatnya adalah sebagai berikut.

1. Slogan jelas dan mudah dimengerti

2. Bahasa baik dan menarik dengan ukuran huruf yang sesuai.

3. Ilustrasi menarik dan mudah diingat.

4. Tata letak gambar dan tulisan baik


3. Gambarlah skema gambar pembangkit listrik tenaga air (lihat LKS Tema 4 halaman 9)

4. Buatlah reklame (bentuk poster) tentang hemat energi listrik dalam selembar kertas !

5. Kirimkan foto hasil tugas kepada gurumu melalui WA grub!

Refleksi belajar

Baiklah anak-anak hari ini kita sudah belajar tentang cara menghasilkan, cara menyalurkan, dan menghemat energi listrik. 

Reklame digunakan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan dan menawarkan produk


Saya berpesan untuk anak-anak senatiasa rajin belajar dan rajin membaca!

Mari kita menyanyikan lagu Mijil berikut!

                Mijil

Poma kaki pada dipun eling

Ing pitutut ingong

Sira uga satriya arane

Kudu antheng jatmika ing budi

Ruruh sarwa wasis

Samubarangipun

Berdoa selesai belajar

Sampai jumpa di pembelajaran berikutnya!

Selamat siang,

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Contoh Hasil Kerja Siswa:

Gambar 1. Skema pembangkit listrik tenaga air Mas Alfath Nilai = 85
Umpan balik: Gambar sudah bagus dan jelas, sebaiknya diberi nomor dan keterangan agar memperjelas skema

Gambar 2. Skema pembangkit listrik tenaga air Mas Anas; Nilai = 85
Umpan balik: Gambar sudah bagus, sebaiknya dilengkapi keterangan agar memperjelas skema

ambar 2. Skema pembangkit listrik tenaga air Mbk Amel; Nilai = 86
Umpan balik: Gambar sudah bagus dan rapi, sebaiknya dilengkapi keterangan agar memperjelas skema


Gambar 3. Poster hemat energi listrik mas Ridwan; Nilai : 86
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna, 
di siang hari bisa diperbaiki menjadi pada siang hari 



Gambar 4. Poster hemat energi listrik Mas Antori N.; Nilai : 86
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna, 
di siang hari bisa diperbaiki menjadi pada siang hari 


Gambar 5. Poster hemat energi listrik Mas Fadhil; Nilai : 86
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna, sebaiknya tulisan matikan lampu ..dst ditulisa dengan lebih kreatif seperti tulisan hemat energi

Gambar 6. Poster hemat energi listrik Mbk Amelia; Nilai : 87
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna menarik, sebaiknya tulisan bisa ditambahkan ajakan, ayo, mari, dsb.


Gambar 7. Poster hemat energi listrik Mas Satria; Nilai : 85
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna, sebaiknya tulisan selamatkan cucu kita lebih diatur sesuai ruang gambar agar lebih menarik


Tuesday, 12 October 2021

Demonstrasi Kontekstual Modul 1.4. Penerapan Segitiga Restitusi (Tugas Guru Penggerak)

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004) 

Restitusi juga adalah proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen, 1996).

Restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya setelah berbuat salah. Penekanannya bukanlah pada bagaimana berperilaku untuk menyenangkan orang lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun tujuannya adalah menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai. Sebelumnya kita telah belajar tentang teori kontrol bahwa pada dasarnya, kita memiliki motivasi intrinsik.

Melalui restitusi, ketika murid berbuat salah, guru akan menanggapi dengan cara yang memungkinkan murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka dan mendapatkan kembali harga dirinya. Restitusi menguntungkan korban, tetapi juga menguntungkan orang yang telah berbuat salah. Ini sesuai dengan prinsip dari teori kontrol William Glasser tentang solusi menangmenang. 

BERSAMA MEMBANGUN KOMUNITAS PRAKTISI


 Komunitas Pembelajaran Integrasi Literasi (Kompilasi) Satriya 


Istilah Komunitas Praktisi diperkenalkan oleh Etienne Wenger dalam bukunya Community of Practice. Ia mengatakan bahwa Komuni tas Prakt i s i adalah “Sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik yang mereka lakukan dan ingin melakukannya dengan lebih baik dengan berinteraksi secara rutin” (Wenger, 2012).

Komunitas praktisi dibentuk dengan tujuan:

1. Mengedukasi anggota dengan mengumpulkan dan berbagi informasi yang berkaitan dengan masalah dan pertanyaan tentang praktik pengajaran dan pembelajaran

2. Memberi dukungan pada anggota melalui interaksi dan kolaborasi sesama anggota

3. Mendampingi anggota untuk memulai dan mempertahankan pembelajaran mereka

4. Mendorong anggota untuk menyebarkan capaian anggota melalui diskusi dan berbagi

5. Mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan dengan pekerjaan sehari-hari


Komunitas praktisi memberikan wadah bagi para guru untuk belajar dan berpartisipasi dalam pengembangan diri mereka. Interaksi dan dialog antara anggota komunitas dapat berupa berbagi kekhawatiran, masalah, dan praktik baik untuk direfleksikan bersama-sama. Dengan begitu, anggota komunitas dapat saling dukung untuk mandiri dan berdaya memenuhi kebutuhan profesionalismenya. Maka, penting bagi semua anggota komunitas untuk berkontribusi dan memanfaatkan semua aktivitas di dalam komunitas.


Ada tiga tahapan pengembangan komunitas praktisi.

1. Tahap merintis

2. Tahap menumbuhkan

3. Tahap merawat berkelanjutan


Pada Sabtu, 9 Oktober 2021, Calon Guru Penggerak (CGP) melaksanakan tugas Pendidikan dan Pelatihan Calon Guru Penggerak yang diikuti untuk membuat komunitas praktisi di sekolah. Pembentukan komunitas praktisi bertujuan di antaranya untuk bersama-sama menemukan solusi permasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran meningkat, mengembangkan profesionalitas guru, meningkatkan praktik baik pembelajaran dengan integrasi literasi. Komunitas praktisi beranggotakan guru kelas  I s.d. VI dan guru mata pelajaran. Adapun langkah yang ditempuh CGP dalam membangun komunitas praktisi di antaranya sebagai berikut.

1. Berkonsultasi dengan pimpinan untuk memperoleh dukungan dan saran yang membangun

Gambar 1. Konsultasi kepada pimpinan untuk pembentukan komunitas praktisi

2. Berdiskusi dengan teman sejawat

Gambar 2. Diskusi dengan teman sejawat untuk pembentukan komunitas praktisi


3. Rapat koordinasi sekolah
Gambar 3. Pembahasan Komunitas Praktisi dalam rapat koordinasi sekolah

 

Komunitas praktisi yang dibentuk diberi nama Komunitas Integrasi Pembelajaran dan Literasi Satriya atau "Kompilasi Satriya" . Agenda pertemuan perdana insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2021. 

Dalam agenda pertama akan diisi analisis kebutuhan belajar anggota melalui kegiatan rembug diskusi atau survei sederhana, karena segala kegiatan belajar komunitas haruslah berdasarkan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi, untuk kemudian dicari solusinya bersama-sama. Semakin kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan, semakin berkembang dan bermanfaat Komunitas Praktisinya kelak. Kegiatan ini menggunakan format lembar analisis kebutuhan atau dapat dengan mengisi kolom coment pada blog yang tersedia.


Lembar analisis kebutuhan belajar:

Nama                                                    : ………………………………

Guru kelas/guru mata pelajaran           : ………………………………

Hari, tanggal                                        : ………………………………

 

Mohon bapak dan ibu berkenan menuliskan permasalahan pembelajaran/kebutuhan belajar yang menurut Bapak dan Ibu penting dan mendesak untuk diselesaikan dan menjadi agenda kegiatan komunitas praktisi berikutnya, dalam lembar yang disediakan.

No.

Permasalahan

Kebutuhan Belajar

1.

 

 

2.

 

  

3.

 

 

4.

 

  

5.

 

 

Saran dan masuakan :

…………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………


Kegiatan juga akan diisi dengan arahan dan sambutan Kepala Sekolah, dan pengantar integrasi literasi dalam pembelajaran, dan.pembentukan kepengurusan komunitas. Adapun rancangan kepengurusan komunitas praktisi adalah sebagai berikut.

Penanggung jawab                          : Jamin, S.Pd.

Ketua                                               : Wiwit Murih Widodo, S.Pd.

Sekretaris                                         : Ananda Rizal

Bendahara                                        : 1. Agus Sujanti, S.Pd.SD.

                                                           2. Desi Indriyanti

Koordinator kegiatan                       : 1. Yunita Dwi L., S.Pd.

                                                           2. Surtiningsih, A.Ma.

Humas dan Kerjasama                     : 1. Anastasia Rini W., S.Pd.

                                                           2. Sumiyati, S.Ag.

Reporter, dan Dokumentasi             : 1. Nur Astuti, S.Pd.

                                                           2. Fina Herawati, S.Pd.

Perlengkapan                                   : Turiman

 

Setelah ada hasil analisis kebutuhan belajar, maka akan disusun rencana kegiatan belajar pada pertemuan berikutnya dan narasumber yang sesuai.


Monday, 27 September 2021

Memfasilitasi Siswa Belajar Kelompok

 Belajar kelompok merupakan salah satu kegiatan untuk menanamkan nilai kolaboratif dalam diri siswa. Nilai kolaboratif ini sangat penting dimiliki oleh siswa agar dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila memiliki enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Nilai kolaboratif merupakan ciri dari profil gotong royong. Melalui kegiatan belajar kelompok secara daring siswa dapat saling berbagi pemahaman ilmu, wawasan, keterampilan menyelesaikan tugas secara efektif dan tuntas. 

Dalam pembelajaran di kelas VI semester gasal tahun pelajaran 2021/2022 siswa dibagi menjadi enam kelompok. Setiap kelompok terdiri atas lima siswa. Dalam kelompok ada ketua, sekretaris, dan anggota. Tugas ketua kelompok adalah mendorong dan memastikan setiap anggota kelompoknya berpartisipasi dalam penyelesaian tugas. Tugas sekretaris adalah menuliskan dan mengirimkan hasil tugas melalui media sesuai petunjuk. Setiap anggota kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan.

Proses pemilihan ketua dan sekretaris dalam tiap kelompok nampak dinamis dan demokratis. Setelah guru memberi tugas untuk musyawarah, siswa bermusyawarah memilih kandidat ketua dan sekretaris. Siswa saling mengusulkan nama dan teman dalam satu kelompok menanggapi.. Hasil musyawarah kemudaian ditulis dan dikirimkan dalam media whatshApp grub masing-masing kelompok belajar daring kelas VI. 

Gambar 1: Screenshoot pembagian kelompok dalam grub WA

Gambar 2: Screenshoot pembagian kelompok dalam grub WA





Wednesday, 22 September 2021

Soal Cerita Bilangan Bulat

 

1.       Suhu mula-mula suatu ruang penyimpanan aikan adalah 25oC. Ruangan tersebut akan digunakan untuk penyimpanan ikan, sehingga suhu diturunkan menjadi 5oC di bawah nol. Berapa besar perubahan suhu di dalam ruangan tersebut?

1.       Seekor burung terbang dengan ketinggian 15 meter dan seekor ikan menyelam pada kedalaman 45 meter di bawah permukaan laut. Pada saat yang bersamaan ikan tersebut turun lagi sejauh 12 meter dan burung terbang lebih tinggi sejauh 17 meter. Berapa jarak antar ikan dan burung tersebut?


Melatih Refleksi Pembelajaran (Aksi Nyata 2)

 Refleksi 

Monday, 20 September 2021

Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Aksi Nyata 1)

 Salah satu peran guru adalah mewujudkan kepemimpinan murid. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kepemimpinan murid dalam pembelajaran daring merupakan tantangan tersendiri. Butuh penyesuaian kegiatan dari tatap muka menjadi kegiatan daring dalam rangka mewujudkan kepemimpinan murid. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk memimpin berdoa teman-temannya secara daring. Tidak mudah memang untuk menerapkan hal ini. Perlu keberanian dan kepercayaan diri murid untuk bisa memimpin. Oleh karena itu kiranya kegiatan memimpin berdoa secara daring oleh siswa bisa dibiasakan secara bergantian dan kontinu.



dokumentasi Voice note WhatshApp saat Mbak Amelia  memimpin berdoa teman-temannya dalam pembelajaran


Featured post

Pengertian Rubrik

Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI : Rubrik adalah kepala karangan (ruang tetap) dalam media cetak baik surat kabar maup...