Friday, 29 October 2021

BUDAYA POSITIF

Kiranya Sebagian besar dari kita akan menghubungkan kata disiplin dengan tata tertib, teratur, dan kepatuhan pada peraturan. Kata “disiplin” juga sering dihubungkan dengan hukuman, padahal hal itu berbeda, karena belajar tentang disiplin positif tidak harus dengan memberi hukuman, justru itu merupakan salah satu alternatif terakhir bahkan jika perlu tidak digunakan sama sekali.

    Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa “dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ”self discipline” yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka. 
(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470)

Ki Hajar menyatakan bahwa untuk mencapai kemerdekaan atau dalam konteks pendidikan kita saat ini, untuk menciptakan murid yang merdeka, syarat utamanya adalah harus ada disiplin yang kuat. Disiplin yang dimaksud adalah disiplin diri, yang berasal dari motivasi internal dalam diri murid. Jika belum memiliki motivasi internal, maka murid memerlukan pihak lain dalam hal ini guru untuk mendisiplinkan murid atau motivasi eksternal, karena berasal dari luar, bukan dari dalam diri murid  sendiri.

Sebagai pendidik, tujuan kita adalah menumbuh kembangkan anak-anak yang memiliki disiplin diri dari motivasi internal sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai luhur atau mulia. 

Para pendidik di SD Negeri Pendowoharjo, Sleman berusaha untuk menanamkan disiplin positif kepada murid-murid. Disiplin positif ini tentunya sangat dibutuhkan oleh murid. Terlebih lagi dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah. Disiplin positif dibutuhkan agar anak-anak tetap sehat dan selamat, sehingga tidak ada klaster baru Covid-19. Pembelajaran akan diizinkan dan terus berlangsung jika murid-murid tetap sehat dan selamat. Hal itu tentunya menjadi harapan kita semua. Murid-murid menerapkan protokol kesehatan dengan motivasi internal agar mereka sehat dan selamat dan dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik.  
 
Gambar 1. antre cuci tangan

Gambar 2. Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir

Gambar 3. Penerapan prokes dengan pengecekan suhu


Gambar 4. Berbaris sebelum masuk kelas



Gambar 5: Siswa tertib masuk kelas satu persatu saat sirkulasi pembelajaran dengan memerhatikan jaga jarak




Gambar 6. Menciptakan suasana kondusif di kelas sesuai keyakinan kelas


Gambar 7: Siswa tetap tertib meski dalam kelompok belajar tetap menjaga protokol kesehatan


Seorang murid yang memiliki disiplin diri berarti mereka bisa bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya karena mereka mendasarkan tindakan mereka pada nilai-nilai kebajikan universal.

Budaya Positif

Budaya positif perlu diciptakan di kelas dan sekolah. Budaya positif memerlukan disiplin diri dari warga kelas dan sekolah. Budaya positif dapat diwujudkan di antaranya dengan pembentukan keyakinan kelas, posisi kontrol guru yang positif, dan menerapkan segitiga restitusi. Melalui budaya positif terwujud pembelajaran yang kondusif, berkualitas, dan berpihak pada murid. Banyak contoh budaya yang bisa diterapkan oleh murid-murid baik di rumah maupun sekolah. Di sekolah bisa dengan menerapkan 3S TOMAT (senyum salam sapa tolong maaf dan terima kasih).  DI rumah murid-murid bisa literasi dengan membaca buku atau dari media yang disiapkan guru sesuai tema.




Gambar 9: Siswa di rumah melaksanakan literasi membaca dengan memanfaatkan media teknologi informasi


 Tujuan dari disiplin positif murid adalah disiplin diri dengan menanamkan motivasi pada murid-murid, yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Ketika murid-murid memiliki motivasi tersebut, mereka telah memiliki motivasi intrinsik yang berdampak jangka panjang, motivasi yang tidak akan terpengaruh pada adanya hukuman atau hadiah. Murid-murid akan tetap berperilaku baik dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan karena mereka ingin menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang murid-murid  hargai.

Pembentukan Keyakinan Kelas: 

Untuk membangun budaya positif dapat dilakukan dengan membuat keyakinan kelas.

- Keyakinan kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang lebih rinci dan konkrit.

- Keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal. 

- Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif. 

- Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan dipahami oleh semua warga kelas. 

- Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut. 

- Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembuatan keyakinan kelas lewat kegiatan curah pendapat. 

- Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu.





Gambar 10: Kesepakatan kelas yang dibuat mencerminkan "SATRIYA" Sehat, Aman, Tertib, Indah, dan Jaya dibuat bersama oleh guru dan murid. Identifikasi bersama tugas murid dan bukan tugas murid


Kebutuhan Dasar 

Dalam menciptakan budaya positif guru kiranya perlu memahami kebutuhan dasar murid. Seluruh tindakan murid memiliki tujuan tertentu. Semua yang dlakukan adalah usaha terbaik kita untuk mendapatkan apa yang murid inginkan. Ketika murid  mendapatkan apa yang mereka inginkan, sebetulnya saat itu mereka sedang memenuhi satu atau lebih dari satu kebutuhan dasar murid, yaitu kebutuhan untuk bertahan hidup (survival), cinta dan kasih sayang (love and belonging), kebebasan (freedom), kesenangan (fun), dan kekuasaan (power). Ketika seorang murid melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebajikan, atau melanggar peraturan, hal itu sebenarnya dikarenakan mereka gagal memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Posisi Kontrol

Ada 5 posisi kontrol yang dapat diterapkan seorang guru,  dalam melakukan kontrol. Kelima posisi kontrol guna menciptakan budaya positif. Posisi kontrol tersebut adalah Penghukum, Pembuat Orang Merasa Bersalah, Teman, Monitor (Pemantau) dan Manajer. Posisi kontrol yang seyogianya diterapkan adalah teman, pemantau, dan manajer.

Segitiga Restitusi

Restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya setelah berbuat salah. Penekanannya bukanlah pada bagaimana berperilaku untuk menyenangkan orang lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun tujuannya adalah menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai. Sebelumnya kita telah belajar tentang teori kontrol bahwa pada dasarnya, kita memiliki motivasi intrinsik.

Proses ini meliputi tiga tahap dan setiap tahapnya berdasarkan pada prinsip penting dari Teori Kontrol, yaitu Langkah Teori Kontrol 1 Menstabilkan Identitas Stabilize the Identity Kita semua akan melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan 2 Validasi Tindakan yang Salah Validate the Misbehaviour Semua perilaku memiliki alasan 3 Menanyakan Keyakinan Seek the Belief Kita semua memiliki motivasi internal.


Video gambaran budaya positif



Refleksi:

Disiplin positif yang berasal dari motivasi internal lebih kuat dibanding disiplin dari motivasi eksternal, untuk itu kiranya perlu ditananmkan sejak dini.


Thursday, 28 October 2021

WAWANCARA TENTANG PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA MURID (TUGAS CGP)

Gambar 1. Wawancara dengan Kepala Sekolah 



Gambar 2. Pelaksanaan wawancara bersama guru

Gambar 3. Pelaksanaan wawancara bersama guru

Gambar 4. Pelaksanaan wawancara dengan orangtua

Gambar 5. Pelaksanaan wawancara bersama murid









Thursday, 21 October 2021

BELAJAR ASEAN (1) DAN POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF

 TEMA 4. GLOBALISASI 

SUBTEMA 2. GLOBALISASI DAN MANFAATNYA


السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ


Selamat pagi, dan salam sejahtera untuk kita semua.

Bagaimana kabar anak-anak? Apakah anak-anak sehat?

Semoga kita semua sehat walafiat, amin.

Apakah anak anak sudah siap belajar?


Tujuan belajar kita hari ini adalah:

Memahami ASEAN dan manfaatnya

Menyebutkan peran Indonesia dalam ASEAN

Memahami pola pengembangan paragraf teks eksplanasi ilmiah


LEMBAR KERJA SISWA

Gambar 1. Gedung sekretariat ASEAN ada di Jl. Sisingamangaraja No.70A, RT.2/RW.1, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110


Untuk selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut!

1. Baca dan pahami materi berikut!

Peran Indonesia dalam ASEAN adalah:

1. Bidang Ekonomi : meliputi hubungan dagang, ekspor impor barang, kerjasama energi, pegiriman tenaga kerja, dll

2. Bidang sosial budaya : Meliputi program peningkatan kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, penanganan masalah-masalah sosial, pertukaran atau festival kebudayaan, kesenian, film, dan lain sebagainya.

3. Bidang politik: meliputi pengiriman duta dan konsul

Sumber: Cakap tema 4. Globalisasi halaman 22

2. Klik link video berikut!



Pertanyaan:
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1.   Kapan ASEAN berdiri?
2.   Sebutkan lima negara pendiri ASEAN?
3.   Apa tujuan utama ASEAN?
4.   Siapa menteri luar negeri Indonesia yang ikut menandatangani Deklarasi Bangkok?
5.   Di mana sekretariat ASEAN?
6.   Sebutkan 10 negara anggota ASEAN!
7.   Apa tiga pilar ASEAN?
7.   Sebutkan dua manfaat Indonesia menjadi negara ASEAN?
8.   Sebutkan tiga peran Indonesia dalam ASEAN?
9.   Apa hasil penting ASEAN untuk masyarakat Indonesia?
10. Apa yang dilakukan negara anggota ASEAN saat ada masalah pandemi Covid-19?

11. Catatlah pola pengembangan paragraf dalam materi lKS tema 4 halaman 23-24!

Refleksi belajar

Baiklah anak-anak hari ini kita sudah belajar tentang ASEAN peran Indoensia manfaat, dsb.


Saya berpesan untuk anak-anak senatiasa rajin belajar dan rajin membaca!

Mari kita menyanyikan lagu Mijil berikut!

                Mijil

Poma kaki pada dipun eling

Ing pitutut ingong

Sira uga satriya arane

Kudu antheng jatmika ing budi

Ruruh sarwa wasis

Samubarangipun

Berdoa selesai belajar

Sampai jumpa di pembelajaran berikutnya!

Selamat siang,

 Ø§Ù„سَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ

Contoh Hasil Kerja Siswa:


Gambar 1. Hasil pekerjaan Mas Alip Soal 1-10 Nilai = 90
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Nomor lima bukan jalan Singapura coba perhatikan lagi materinya. Semakin rajin belajar


Gambar 2. Hasil pekerjaan Mas Adit Soal 1-10 Nilai = 80
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Nomor lima bukan bisa ditambah alamat sekretariat, nomor sembilan bisa ditambah keterangan berdasarkan materi dari video tentang manfaat ASEAN bagi Indonesia, nomor sepuluh bisa ditambah keterangan kerjasama dalam mengatasi pandemi negara-negara ASEAN. Semakin rajin belajar



.Gambar 3. Hasil pekerjaan Mbak Adinda Soal 1-11 Nilai = 100
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Sudah bagus sesuai dengan materi yang dipelajari. Semakin rajin belajar 







.Gambar 4. Hasil pekerjaan Mas Naufal F. Soal 1-10 Nilai = 100
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Sudah bagus sesuai dengan materi yang dipelajari. Semakin rajin belajar




.Gambar 5. Hasil pekerjaan Mbak AuliaSoal 1-11 Nilai = 100; Catatan pola paragraf Nilai= 90
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Sudah bagus sesuai dengan materi yang dipelajari. Catatan rapi dan mudah dibaca. Semakin rajin belajar




.Gambar 6. Hasil pekerjaan Mbak Nabil Soal 1-11 Nilai = 100; Catatan Nilai = 90
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Sudah bagus sesuai dengan materi yang dipelajari. Catatan rapi dan mudah dibaca. Semakin rajin belajar




.Gambar 7. Hasil pekerjaan Mbak Amel Soal 1-11 Nilai = 100; Catatan Nilai= 90
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Sudah bagus sesuai dengan materi yang dipelajari. Catatan lengkap dan mudah dibaca. Semakin rajin belajar





.Gambar 8. Hasil pekerjaan Mbak Safa Soal 1-10 Nilai = 85
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Nomor empat bisa disebutkan hanya yang menteri luar negeri dari Indonesia, nomor sepuluh bisa disebutkan kerjasama dalam penanganan Pandemi Covid-19. Semakin rajin belajar








Gambar 9. Hasil pekerjaan Mas Satria Soal 1-11 Nilai = 100; Catatan Nilai= 90
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Sudah bagus sesuai dengan materi yang dipelajari. Catatan lengkap dan mudah dibaca. Semakin rajin belajar




Gambar 10. Hasil pekerjaan Mas Anas Soal 1-11 Nilai = 100; Catatan Nilai= 90
Umpan Balik: Terima kasih sudah mengirimkan jawaban. Sudah bagus sesuai dengan materi yang dipelajari. Catatan lengkap dan mudah dibaca. Semakin rajin belajar







Wednesday, 20 October 2021

Proses Menghasilkan Listrik dan Reklame

  PEMBELAJARAN 

TEMA 4. GLOBALISASI 

SUBTEMA 1. GLOBALISASI DI SEKITARKU


السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ


Selamat pagi, dan salam sejahtera untuk kita semua.

Bagaimana kabar anak-anak? Apakah anak-anak sehat?

Semoga kita semua sehat walafiat, amin.

Apakah anak anak sudah siap belajar?


Tujuan belajar kita hari ini adalah:

  1. Menyebutkan cara menghasilkan listrik
  2. Menyebutkan cara menyalurkan listrik
  3. Memyebutkan cara menghemat energi listrik
  4. Menyebutkan pengertian reklame
  5. Menyebutkan jenis-jenis reklame
  6. Membuat reklame


LEMBAR KERJA SISWA

Untuk selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut!

1. Klik link video berikut!


2. Pelajari reklame berikut!

Reklame digunakan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan dan menawarkan produk. Reklame dibuat menarik sehingga pembaca ingin mengikuti anjuran atau membeli barang yang ditawarkan. Ada berbagai jenis reklame di antaranya poster, iklan, plakat, spanduk, selebaran, baliho, buklet, dan lain-lain.

Reklame ada yang bersifat komersial dan nonkomersial. Komersial digunakan oleh pedagang untuk menawarkan barang atau produknya. Sedangkan nonkomersial digunakan untuk mengajak masyarakat untuk melakukan suatu hal, misalkan hidup bersih, hemat energi listrik, dan lain-lain.

Reklame haruslah menarik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mebuatnya adalah sebagai berikut.

1. Slogan jelas dan mudah dimengerti

2. Bahasa baik dan menarik dengan ukuran huruf yang sesuai.

3. Ilustrasi menarik dan mudah diingat.

4. Tata letak gambar dan tulisan baik


3. Gambarlah skema gambar pembangkit listrik tenaga air (lihat LKS Tema 4 halaman 9)

4. Buatlah reklame (bentuk poster) tentang hemat energi listrik dalam selembar kertas !

5. Kirimkan foto hasil tugas kepada gurumu melalui WA grub!

Refleksi belajar

Baiklah anak-anak hari ini kita sudah belajar tentang cara menghasilkan, cara menyalurkan, dan menghemat energi listrik. 

Reklame digunakan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan dan menawarkan produk


Saya berpesan untuk anak-anak senatiasa rajin belajar dan rajin membaca!

Mari kita menyanyikan lagu Mijil berikut!

                Mijil

Poma kaki pada dipun eling

Ing pitutut ingong

Sira uga satriya arane

Kudu antheng jatmika ing budi

Ruruh sarwa wasis

Samubarangipun

Berdoa selesai belajar

Sampai jumpa di pembelajaran berikutnya!

Selamat siang,

 Ø§Ù„سَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ

Contoh Hasil Kerja Siswa:

Gambar 1. Skema pembangkit listrik tenaga air Mas Alfath Nilai = 85
Umpan balik: Gambar sudah bagus dan jelas, sebaiknya diberi nomor dan keterangan agar memperjelas skema

Gambar 2. Skema pembangkit listrik tenaga air Mas Anas; Nilai = 85
Umpan balik: Gambar sudah bagus, sebaiknya dilengkapi keterangan agar memperjelas skema

ambar 2. Skema pembangkit listrik tenaga air Mbk Amel; Nilai = 86
Umpan balik: Gambar sudah bagus dan rapi, sebaiknya dilengkapi keterangan agar memperjelas skema


Gambar 3. Poster hemat energi listrik mas Ridwan; Nilai : 86
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna, 
di siang hari bisa diperbaiki menjadi pada siang hari 



Gambar 4. Poster hemat energi listrik Mas Antori N.; Nilai : 86
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna, 
di siang hari bisa diperbaiki menjadi pada siang hari 


Gambar 5. Poster hemat energi listrik Mas Fadhil; Nilai : 86
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna, sebaiknya tulisan matikan lampu ..dst ditulisa dengan lebih kreatif seperti tulisan hemat energi

Gambar 6. Poster hemat energi listrik Mbk Amelia; Nilai : 87
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna menarik, sebaiknya tulisan bisa ditambahkan ajakan, ayo, mari, dsb.


Gambar 7. Poster hemat energi listrik Mas Satria; Nilai : 85
Umpan balik: Sudah bagus tulisan, gambar berwarna, sebaiknya tulisan selamatkan cucu kita lebih diatur sesuai ruang gambar agar lebih menarik


Tuesday, 12 October 2021

Demonstrasi Kontekstual Modul 1.4. Penerapan Segitiga Restitusi (Tugas Guru Penggerak)

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004) 

Restitusi juga adalah proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen, 1996).

Restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya setelah berbuat salah. Penekanannya bukanlah pada bagaimana berperilaku untuk menyenangkan orang lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun tujuannya adalah menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai. Sebelumnya kita telah belajar tentang teori kontrol bahwa pada dasarnya, kita memiliki motivasi intrinsik.

Melalui restitusi, ketika murid berbuat salah, guru akan menanggapi dengan cara yang memungkinkan murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka dan mendapatkan kembali harga dirinya. Restitusi menguntungkan korban, tetapi juga menguntungkan orang yang telah berbuat salah. Ini sesuai dengan prinsip dari teori kontrol William Glasser tentang solusi menangmenang. 

BERSAMA MEMBANGUN KOMUNITAS PRAKTISI


 Komunitas Pembelajaran Integrasi Literasi (Kompilasi) Satriya 


Istilah Komunitas Praktisi diperkenalkan oleh Etienne Wenger dalam bukunya Community of Practice. Ia mengatakan bahwa Komuni tas Prakt i s i adalah “Sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik yang mereka lakukan dan ingin melakukannya dengan lebih baik dengan berinteraksi secara rutin” (Wenger, 2012).

Komunitas praktisi dibentuk dengan tujuan:

1. Mengedukasi anggota dengan mengumpulkan dan berbagi informasi yang berkaitan dengan masalah dan pertanyaan tentang praktik pengajaran dan pembelajaran

2. Memberi dukungan pada anggota melalui interaksi dan kolaborasi sesama anggota

3. Mendampingi anggota untuk memulai dan mempertahankan pembelajaran mereka

4. Mendorong anggota untuk menyebarkan capaian anggota melalui diskusi dan berbagi

5. Mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan dengan pekerjaan sehari-hari


Komunitas praktisi memberikan wadah bagi para guru untuk belajar dan berpartisipasi dalam pengembangan diri mereka. Interaksi dan dialog antara anggota komunitas dapat berupa berbagi kekhawatiran, masalah, dan praktik baik untuk direfleksikan bersama-sama. Dengan begitu, anggota komunitas dapat saling dukung untuk mandiri dan berdaya memenuhi kebutuhan profesionalismenya. Maka, penting bagi semua anggota komunitas untuk berkontribusi dan memanfaatkan semua aktivitas di dalam komunitas.


Ada tiga tahapan pengembangan komunitas praktisi.

1. Tahap merintis

2. Tahap menumbuhkan

3. Tahap merawat berkelanjutan


Pada Sabtu, 9 Oktober 2021, Calon Guru Penggerak (CGP) melaksanakan tugas Pendidikan dan Pelatihan Calon Guru Penggerak yang diikuti untuk membuat komunitas praktisi di sekolah. Pembentukan komunitas praktisi bertujuan di antaranya untuk bersama-sama menemukan solusi permasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran meningkat, mengembangkan profesionalitas guru, meningkatkan praktik baik pembelajaran dengan integrasi literasi. Komunitas praktisi beranggotakan guru kelas  I s.d. VI dan guru mata pelajaran. Adapun langkah yang ditempuh CGP dalam membangun komunitas praktisi di antaranya sebagai berikut.

1. Berkonsultasi dengan pimpinan untuk memperoleh dukungan dan saran yang membangun

Gambar 1. Konsultasi kepada pimpinan untuk pembentukan komunitas praktisi

2. Berdiskusi dengan teman sejawat

Gambar 2. Diskusi dengan teman sejawat untuk pembentukan komunitas praktisi


3. Rapat koordinasi sekolah
Gambar 3. Pembahasan Komunitas Praktisi dalam rapat koordinasi sekolah

 

Komunitas praktisi yang dibentuk diberi nama Komunitas Integrasi Pembelajaran dan Literasi Satriya atau "Kompilasi Satriya" . Agenda pertemuan perdana insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2021. 

Dalam agenda pertama akan diisi analisis kebutuhan belajar anggota melalui kegiatan rembug diskusi atau survei sederhana, karena segala kegiatan belajar komunitas haruslah berdasarkan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi, untuk kemudian dicari solusinya bersama-sama. Semakin kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan, semakin berkembang dan bermanfaat Komunitas Praktisinya kelak. Kegiatan ini menggunakan format lembar analisis kebutuhan atau dapat dengan mengisi kolom coment pada blog yang tersedia.


Lembar analisis kebutuhan belajar:

Nama                                                    : ………………………………

Guru kelas/guru mata pelajaran           : ………………………………

Hari, tanggal                                        : ………………………………

 

Mohon bapak dan ibu berkenan menuliskan permasalahan pembelajaran/kebutuhan belajar yang menurut Bapak dan Ibu penting dan mendesak untuk diselesaikan dan menjadi agenda kegiatan komunitas praktisi berikutnya, dalam lembar yang disediakan.

No.

Permasalahan

Kebutuhan Belajar

1.

 

 

2.

 

  

3.

 

 

4.

 

  

5.

 

 

Saran dan masuakan :

…………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………


Kegiatan juga akan diisi dengan arahan dan sambutan Kepala Sekolah, dan pengantar integrasi literasi dalam pembelajaran, dan.pembentukan kepengurusan komunitas. Adapun rancangan kepengurusan komunitas praktisi adalah sebagai berikut.

Penanggung jawab                          : Jamin, S.Pd.

Ketua                                               : Wiwit Murih Widodo, S.Pd.

Sekretaris                                         : Ananda Rizal

Bendahara                                        : 1. Agus Sujanti, S.Pd.SD.

                                                           2. Desi Indriyanti

Koordinator kegiatan                       : 1. Yunita Dwi L., S.Pd.

                                                           2. Surtiningsih, A.Ma.

Humas dan Kerjasama                     : 1. Anastasia Rini W., S.Pd.

                                                           2. Sumiyati, S.Ag.

Reporter, dan Dokumentasi             : 1. Nur Astuti, S.Pd.

                                                           2. Fina Herawati, S.Pd.

Perlengkapan                                   : Turiman

 

Setelah ada hasil analisis kebutuhan belajar, maka akan disusun rencana kegiatan belajar pada pertemuan berikutnya dan narasumber yang sesuai.


Featured post

Pengertian Rubrik

Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI : Rubrik adalah kepala karangan (ruang tetap) dalam media cetak baik surat kabar maup...