Wednesday, 14 September 2016

ETIKA MURID DALAM BELAJAR


1. Sebelum mengawali proses mencari ilmu, seorang pelajar hendaknya memberishkan hati terlebih dahulu dari berbagai macam kotoran dan penyakit hati seperti kebohongan, prasangka buruk, hasut (dengki), serta akhlak-akhlak atau kaidah tidak terpuji. Hal yang demikian itu sangat sianjurkan demi menyiapkan diri dalam menerima, menghafal, serta memahami ilmu pengetahuan secara lebih baik dan mendalam.
2. Membangun niat yang luhur, yakni mencari ilmu pengetahuan demi semata-mata meraih ridha Allah SWT, serta bertekad mengamalkannya setelah ilmu itu diperoleh, mengembangkan syariat Islam, mencerahkan mata hati (batin), dan mendekatkan diri kepada Allah.
3. Menyegerakan diri dan tidak menunda-nunda waktu dalam mencari ilmu pengetahuan.
4. Rela, sabar, dan menerima keterbatasan (keprihatinan) dalam masa-masa pencarian ilmu, baik menyangkut makanan, minuman, dan pakaian.
5. Membagi dan memanfaatkan waktu serta tidak menyianyiakan karena setiap siswa waktu (yang terbuang sia-sia) akan menjdai tidak bernilai.
6. Tidak berlebihan (terlampau kenyang) dalam mengonsumsi makanan dan minuman karena mengonsumsi makanan dan minuman terlalu banyak dapat menghalangi seseorang dari melakukan ibadah.
7. Bersikap wara` (waspada) dan berhati-hati dalam setiap tindakan.
8. Tidak mengonsumsi jenis-jenis makanan yang dapat menyebabkan akal (kecerdasan) seseorang menjadi tumpul (bodoh) serta melemahkan kekuatan organ tubuh.
9. Tidak terlalu lama tidur, yakni selama itu tidak membawa dampak negatif bagi kesehatan jasmani dan ruhaninya.
10. Menjauhkan diri dari pergaulan yang tidak baik.

Sumber:
Etika Belajar Mengajar dalam Kajian K.H. Hasyim Asy`ari (Siti Ermawati:2014 dalam Pendidikan Posmodernisme Muhkrizal,dkk: 2014)

Featured post

Pengertian Rubrik

Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI : Rubrik adalah kepala karangan (ruang tetap) dalam media cetak baik surat kabar maup...