Thursday, 28 September 2017

Cerita Anak Pengantar Tidur

Salah satu aktivitas menarik dan menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari adalah bercerita bersama anak ketika hendak tidur. Anak-anak sangatlah senang dengan mendengarkan cerita sebelum tidur. Aktivitas bercerita bersama anak menjelang tidur dapat kita temukan di berbagai belahan dunia, ada di Bagdad, Indonesia, Inggris maupun negeri-negeri lainnya.  Di Bagdad aktifitas bercerita yang fenomenal adalah dengan cerita 1001 malam. Akan tetapi kini sulit untuk menemukan buku tersebut di pasaran. Bahkan sedikit perpustakaan yang memiliki buku 1001 satu malam. 

Akan tetapi tentunya kita dapat mencari alternatif cerita lain dari berbagai sumber. Ada berbagai cerita yang dapat kita ceritakan kepada anak. Ada cerita kisah teladan, kisah hikmah, kisah binatang lucu, kisah para pahlawan, cerita negeri-negeri di dunia, dan lain-lain. Saat bercerita dapat dengan membaca buku, hafalan, atau improvisasi karangan kita sendiri. 

Manfaat aktivitas bercerita bersama anak menjelang tidur sangat bermanfaat. Cerita dapat menjadi salah satu media kita menyampaikan ilmu, nilai-nilai, budaya kepada anak secara halus dan tidak terasa. Bercerita dapat pula sebagai media hiburan bagi anak. Tak hanya itu dengan bercerita kita dapat memberikan pengayaan kosa kata, daya imajinatif, dan daya ingat anak secara halus dan tidak terasa.

Agar manfaat dari aktivitas bercerita lebih bermanfaat, perlu kiranya memperhatikan hal berikut.
1. Cerita menyesuaikan usia.
2. Cerita yang diberikan sesuai dengan tujuan penanaman akhlak yang baik 
3. Cerita memiliki materi keilmuan yang bermanfaat tidak hanya hiburan
4. Dalam menyampaikan cerita dapat kreatif, halus, menarik, dan menentramkan anak
5. Jika akan mengarang cerita sendiri, ide cerita dapat dimulai dari lingkungan sekitar ataupun lintas negeri.  
6. Cerita harus bermanfaat bagi anak
7. Cerita diharapkan menambah keimanan anak akan Allah S.W.T.

Berikut contoh-contoh cerita anak pengantar tidur yang dapat dijadikan pengaya cerita-cerita pengantar tidur yang sudah ada. Tentunya bahasa yang digunakan dalam cerita berikut amat sederhana dan kirannya cocok untuk anak umur 0 - 3 th. Sebagai catatan dapat diimprovisasi dan disesuaikan antara gaya  cerita, bahasa ibu, tanpa merubah esensi dari isinya. Semoga bermanfaat.

1. Burung Deo
Bismillahirohmanirrohim.

Suatu hari di sebuah hutan ada seekor burung nuri. Ia bernama Deo. Deo adalah burung nuri yang tampan, namun sayangnya dia sombong. Ia tidak mau berteman dengan teman-temannya. Suatu hari Deo terbang berkeliling hutan sambil bernyanyi-nyanyi.
“La .. la ... la ... la.”
Deo tidak waspada,  di bawah sana ada seorang pemburu.
Tiba-tiba, ...
Doorr doorr
“Tolong ... tolong, tolong teman-teman aku tertembak.” Pinta Deo.
Tembakan pemburu mengenai sayap Deo. Deo pun terjatuh.
Gedeblug ...
Untunglah teman-teman Deo segera datang menolong, Deo dibawa ke tempat yang aman. Ia di rawat dan diobati sampai sembuh dan sehat kembali.
“Terima kasih teman-teman kau sudah menolongku. Maafkan aku ya, yang telah sombong..” kata Deo.
“Ya, Deo. Sesama teman harus saling tolong menolong, tidak boleh sombong!” Kata teman-teman Deo.

Sejak saat itu Deo berteman dengan teman-temannya dengan rukun dan saling tolong-menolong. 
Alhamdulillahirobbilalamin.

2.  Nabi Musa A.S. dan Raja Firaun
Bismillahirohmanirrohim

Suatu hari di negeri Mesir ada seorang raja. Namanya adalah raja Firaun. Raja Firaun adalah raja yang sombong. Ia mengaku-ngaku dirinya sebagai Tuhan. Raja Firaun tidak mau beriman kepada Allah S.W.T. Pada suatu hari raja Firaun memanggil para penyihir dari seluruh penjuru negeri Mesir untuk menghadap ke istana. Sesampai di istana, raja Firaun memerintahkan kepada para penyihir untuk menunjukkan kehebatannya di hadapan Nabi Musa A.S.
“Hai para penyihir, tunjukkan kehebatannmu di hadapan Musa!” perintah raja Firaun.
“Siap, raja Firaun.” Jawab para penyihir.
Para penyihir pun membaca mantra. Lalu tiba-tiba muncullah ular yang sangat banyak sekali. Namun ular itu kecil-kecil. Raja Firaun pun tertawa.
“Ha ... ha.. ha, Hai Musa lihat ada ular, apakah kau takut? Kata raja Firaun.
“Aku tidak takut kepada siapa pun, aku tidak takut kepada ular, aku hanya takut kepada Allah S.W.T.” jawab Nabi Musa A.S.
Allah memerintahkan kepada Nabi Musa A.S. untuk melemparkan tongkat yang dibawanya.
Dengan cepat Nabi Musa pun melemparkan tngkat yang dibawanya. Atas izin Allah terjadilah mukjizat, tongkat yang dilemparkan Nabi Musa seketika berubah menjadi ular yang sangat besar. Ular itu memakan ular kecil-kecil milik para penyihir raja Firaun. Menyaksikan hal itu, para penyihir raja Firaun pun menjadi takut, dan lari terbirit-birit.
Nabi Musa A.S. pun berkata kepada raja Firaun.
“Hai, Firaun, berimanlah kepada Allah. Janganlah kau sombong dan mengaku sebagai tuhan. Jika kau tidak beriman, kau akan berdosaa!”

3.  Rusa yang Sombong
Bismillahirohmanirrohim.
Suatu hari di sebuah hutan tinggallah seekor rusa jantan yang gagah. Rusa tersebut memiliki tanduk yang kuat dan indah. Ia sering membangga-banggakan tanduknya kepada teman-temannya dan hewan lain. Hewan lain yang tidak bertanduk ia ejek dan sia-siakan. Oleh karena itu tidak ada hewan yang mau berteman dengannya. 
Suatu ketika rusa berjalan-jalan di pinggit hutan. Di perjalanan, ia melihat seekor kambing milik Pak Tani yang sedang asyik makan rumput.  Tiba-tiba rusa itu berjalan mundur beberapa langkah dan maju berlari... bruk... "...Aduh!" 
Rusa itu menanduk kambing. Kambing mengaduh dan berlari terbirit-birit. Rusa pun tertawa, "... ha.. ha."

Rusa melanjutkan perjalanan, tiba di sebuah kebun wortel milik Pak Tani, ia melihat kelinci yang sedang asyik makan wortel. Tiba-tiba rusa itu berjalan mundur beberapa langkah dan maju berlari... bruk... "...Aduh!" 
Rusa itu menanduk kelinci. Kelinci terpental, mengaduh dan berlari masuk ke dalam lubang. Rusa pun tertawa, "... ha.. ha."
Sambil tertawa rusa melanjutkan perjalanan. Tak terasa ia sampai di kebun pisang milik Pak Tani. Lama berjalan menyebabkan perutnya terasa lapar. Ia mencoba mencari di sekeliling adakah makanan yang enak untuk dimakan. Rusa melihat ada pohon pisang yang sudah berbuah masak.

Tanpa meminta izin kepada Pak Tani, rusa bermaksud memetik buah pisang. Ia tidak bisa memanjat. Oleh sebab itu ia berjalan mundur beberapa langkah dan maju berlari... bruk... "...Aduh!" 
Rusa itu menanduk pohon pisang. Namun pohon pisang itu tidaklah ambruk. Malah tanduk rusa menancap dalam pohon pisang. Rusa mengaduh kesakitan. ia mencoba sekuat tenaga tetapi tidak berhasil lepas. Lama-kelamaan rusa semakin lemah. Ia pun minta tolong. 
"Tolong ... tolong .. tolong!" teriak rusa semakin lama suaranya semakin lemah.

Pak Tani yang sedang merawat luka ditubuh kambing mendengar ada yang meminta tolong segera datang. Dilihatnya rusa meronta-ronta dengan lemah berusaha membebaskan tanduknya yang menancap di gedebog pisang. Iba Pak Tani pun menolong rusa dan melepaskan tanduknya dari gedebog pisang. 

"Terima kasih Pak Tani sudah menolongku. Maafkan aku sudah bermaksud mencuri pisang. Aku juga minta maaf telah menanduk kambing dan kelinci milikmu tadi. Aku menyesal telah sombong dan sering membangga-banggakan tandukku yang indah dan kuat," Kata rusa.
"Ya rusa aku maafkan, tetapi jangan kamu ulangi lagi ya," Jawab Pak Tani. 
"Terima kasih, " rusa pun pamit pulang
"Rusa ini makan pisang dulu, dan bawalah beberapa untuk bekal perjalananmu kembali ke hutan.
"Terima kasih Pak tani atas kebaikanmu." Jawab rusa sambil menerima beberapa pisang untuk dimakan dan bekal pulang. Sejak saat itu rusa tidak sombong, ia berteman dengan hewan lain secara rukun dan saling tolong-menolong.



Sumber belajar:
http://sulbar.bkkbn.go.id

Featured post

Pengertian Rubrik

Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI : Rubrik adalah kepala karangan (ruang tetap) dalam media cetak baik surat kabar maup...